Kamis, 16 Februari 2017

#NHW 1 Adab Menuntut Ilmu

Bismillahirahmanirrahim...
Menjawab tugas nice homework 1 (NHW1) tentang materi adab menuntut ilmu ini, jujur merupakan pengalaman pertama saya menulis sesuatu yang benar- benar melalui pemikiran dan perenungan Alhamdulillah terimakasih tim fasil dan teteh2 hebat untuk sharing nya :)
Semenjak memutuskan menjadi irt dan nyemplung di dunia bisnis, kini saya belajar dan menekuni peran saya menjadi seorang mompreneur, mengasuh dan mendidik anak serta membangun bisnis impian bersama suami saya.
Menjadi mompreneur ini susah – susah gampang karena selain berkewajiban mengurus keluarga, saya juga harus berjuang untuk mencari penghasilan dan kebermanfaatan dengan usaha atau bisnis yang di geluti.
Kenapa saya ikut menjadi peserta matrikulasi ibu profesional ini, Karena yang saya yakini bahwa ibu adalah sekolah utama, yang bila kita mempersiapkannya, maka kita telah mempersiapkan generasi terbaik, dan sekolah pertama ini yang akan menentukan nasib anak-anak kita ke depan, maka saya berkewajiban meng upgrade ilmu saya menjadi ibu yang profesional di segala bidang.
Ada mimpi yang insyaAlloh ingin saya wujudkan dengan menjadi mompreneur yaitu ‘mom’ (ibu) yang profesional dimana bisa menjadi istri dan ibu yang baik sehingga tercipta generasi penerus bangsa yang hebat. Dan ‘preneur’ (pebisnis) yang bisnisnya tentu sesuai syariat sehingga bisa bermanfaat bagi semua, memuaskan para pelanggan dengan mengedepankan kualitas terbaik untuk produk yang dibuat , menciptakan lapangan pekerjaan, dan memajukan UKM dengan membuat brand produk saya di bidang perlengkapan bayi ini bisa sebesar bahkan lebih dari merk2 baju yang sudah ada, bisa eksport hingga ke seluruh mancanegara
Aamiin Allohuma Aamin :)
Inilah yang menjadi alasan terkuat saya menekuni ilmu mompreneur ini.
Banyak sekali hal positif / keuntungan menjadi mompreneur selain menambah pemasukan untuk keluarga, melatih talenta, kreatifitas dan inovasi serta penyalur hobi, juga mampu mandiri dalam hal keuangan dan pastinya memperluas relasi dan pertemanan.
Strategi menuntut ilmu yang akan saya lakukan adalah mengikuti pelatihan menjadi ibu profesional, salah satunya dengan matrikulasi ibu profesional batch #2 ini dan mengamalkan segala ilmu yang di dapat.
Dalam hal bisnis saya akan
1. Pelajari sistem nya mulai dari bagian produksi, marketing, teknis dan non teknis tentunya yang sesuai syariat.
2. Pelajari plus minus produk nya,analisis SWOT terhadap produk yang akan di launching
3. Mengikuti training atau seminar tentang enterpreneur salah satu caranya dengan mengikuti sekolah bisnis yang sedang diikuti (Sekolah Bisnis Dua Kodi Kartika) secara online dan menerapkan dalam bisnis saya. Barangkali ada yang mau ikut belajar, boleh cek ke sini : http://bit.ly/sekolahbisniss :)
4. Mempersiapkan strategi marketing dengan mencari rule model untuk menjalankan bisnis kami
Setelah mengetahui materi tentang adab menuntut ilmu saya menjadi lebih menghargai ilmu, dimulai dari merapihkan buku-buku yang saya punya, kemudian merapihkan file2 seputar webminar, artikel atau segala sesuatu yang isi nya merupakan ilmu yang sangat bermanfaat.
Mulai menyaring dan meminta izin jika mau sharing atau membagikan sebuah artikel, tulisan, status atau berita di media online, mencari dahulu sumbernya dan kebenaran nya.
Mudah- mudahan dengan mengikuti komunitas yang positif ini membawa perubahan yang lebih baik untuk saya pribadi dan keluarga tentunya :)
Salam ibu profesional_ Michelle RK

Aliran Rasa Komunikasi Produktif


Assalamualaikum.. 

Waah akhirnya saya harus nulis blog juga nih, kalo ga 'dipaksa' sama IIP saya ga akan kesampaian bikin blog :)
agak bingung mau nulis apa ya? ko sepertinya jadi formal dan kaku sekali,beberapa kali saya tulis hapus tulis hapus tulisan nya sampai akhirnya ya sudahlah mengalir saja seperti biasa hehe
berawal dari suka nulis - nulis di status fb sampai akhirnya banyak yang japri dan mulai tertarik dengan tulisan saya ( banyak yang bilang menginspirasi *Alhamdulillah* dan akhirnya tanya- tanya soal IIP)
IIP apa sih? ko kayanya keren ya? IIP mah bukan keren lagi tapi keren bangeeet, berawal dari kekaguman sama founder nya ibu Septi Peni Wulandani sampai kepo2 ada komunitas Institut Ibu Profesional disitulah awal mula saya belajar dan melakukan perubahan kearah yg lebih baik.
Dari IIP saya banyak belajar dan bertemu orang2 hebat, ibu- ibu yang tidak sekedar ibu,tapi mereka2 yang telah melahirkan dan bertanggung jawab terhadap yang dilahirkan nya tersebut, punya temen2 IIP di batch 2 yang keren2, banyak banget pembelajaran nya

salah satunya tentang materi Komunikasi Produktif, saya coba review menurut pemahaman saya 

 Komunikasi merupakan hal yang amat penting, terkadang maksud yang disampaikan pembicara akan diterima 'lain' oleh lawan bicara hanya karena cara penyampaian atau cara komunikasi yang keliru.
Selisih paham seringkali muncul bukan karena isi percakapan tapi cara penyampaian nya. 
Sebegitu penting nya cara penyampaian atau komunikasi, padahal setiap hari kita pasti selalu berkomunikasi baik terhadap diri sendiri, pasangan, anak, dan orang sekitar, tapi luput dari cara komunikasi produktif 
di kelas bunda Sayang IIP Bandung saya lagi - lagi 'tertampar' oleh isi materi nya,apalagi tantangan dan praktek yang menarik sekali.
Dimulai dari pemilihan kata yang digunakan sehari - hari, mulai terbiasa mengganti kata sulit menjadi menarik. kata masalah menjadi tantangan dan kata aku tidak tahu menjadi ayo kita cari tahu, adalagi kata tidak bisa menjadi aku pasti bisa dan lain nya, ini efektif apalagi ditambah menggunakan suara perut, efektif memberikan sugesti positif pada diri sendiri.
Saat diberikan materi 'cemilan' tentang 12 gaya populer penghambat komunikasi kita, lagi- lagi dibikin jleb karena selama ini kalimat - kalimat itulah yang populer dan seringkali saya dan lingkungan sekitar gunakan. Mulai dari memerintah, Menyalahkan, Meremehkan, Menasehati, Membohongi dst..Ampuuun selama ini Amah salah ya Adzki maafkan :*
Makin banyak tahu makin banyak yang harus diperbaiki, maka saya mulai dari diri sendiri, awali hari dengan kata - kata dan kalimat - kalimat positif
"pemilihan kata akan memberikan efek yang berbeda terhadap kinerja otak. Maka kita perlu lebih berhati - hati dalam memilih kata supaya hidup lebih berenergi dan lebih bermakna"
selanjutnya konsisten, yaap ilmu yang didapat sudah ada dan keren - keren banget, tinggal komitmen nya nih sama diri sendiri pokonya gimanapun caranya harus praktek setiap hari seterusnya tanpa ada embel - embel ngerjain tugas :) karena tugas sesungguhnya itu adalah kehidupan yang terus berjalan :D

selanjutnya komunikasi dengan pasangan, ini susah - susah gampang, secara saya dan suami adalah temen dari SMP tapi kalo ditanya komunikasi produktif kayanya baru ngeh sekarang - sekarang deh dan yang parah nya,saya baru sadar mengenai bahas cinta dari paksu yaitu melalui sentuhan fisik dan kata- kata yang mendukung (kalo saya lebih ke kata - kata dan pemberian hadiah kali ya ehehe)
jadi suami lebih merasa diperhatikan kalo disertai pelukan atau sentuhan kasih sayang hihi

komunikasi sama Adzki (14 month) udah berasa punya temen curhat nih, anaknya pinter cerewet pisan, harus mengarahkan dan memberi contoh yang baik, karena pasti ditiru dan cepet banget niru nya, sambil terus belajar sambil menyelam menimba ilmu di IIP. Alhamdulillah bisa lulus di game Bunda Sayang level 1.


*makasih juga oleh2 nya lulus games kelas bunda sayang level 1

Mudah2n efek nya jangka panjang dirasakan sama suami, anak, keluarga dan lingkungan ðŸ˜ŠðŸ˜Š

Terus belajar dan belajar terus,terimakasih Ya Allah Engkau yg telah mempertemukan hamba dengan orang2 hebat,yang mudah2n energi nya bisa menular ke semua orang yang ada di lingkungan ini
Kalo semua ibu bisa jadi ibu profesional maka akan lahir generasi profesional pula karena mendidik satu ibu maka akan mendidik satu generasi ðŸ˜Š
Salam sayang untuk semua ibu, yang ketika sudah bertitel 'ibu' maka harus selalu bersiap untuk belajar dan membentuk peradaban baru ðŸ˜˜ðŸ˜Š